Banyak Sebab Serangan Jantung
Tidur nyenyak dalam kapasitas
yang cukup merupakan indikasi awal kesehatan. Mereka yang setiap hari kurang
tidur atau tidak pernah bisa tidur nyenyak rawan terjangkit penyakit. Salah
satunya adalah penyakit jantung.
Sekelompok ilmuwan Norwegia
menyatakan, individu yang sering begadang sampai larut malam atau mengidap
insomnia rentan terhadap serangan jantung. Demikian juga individu yang tidak
pernah bisa tidur nyenyak atau kurang tidur. Mereka yang bermasalah dengan
tidur memiliki risiko sekitar 45 persen terkena penyakit jantung. Hal itu
dibandingkan dengan individu-individu yang cukup tidur.
Memahami hubungan insomnia dan serangan jantung
Dengan demikian, mereka yang merasa tidurnya bermasalah bisa segera berkonsultasi dengan dokter. Diketahui ada 3 jenis gangguan tidur yang meningkatkan risiko serangan jantung. Yaitu, insomnia (tidak bisa tidur), tidur tidak nyenyak, dan tidur tidak berkualitas. Gangguan insomnia bisa meningkatkan risiko serangan jantung sampai 45 persen. Sementara itu, tidur tidak nyenyak dan tidur tidak berkualitas meningkatkan risiko 30 dan 27 persen.
(Source: Tabloid Nurani)
Dengan demikian, mereka yang merasa tidurnya bermasalah bisa segera berkonsultasi dengan dokter. Diketahui ada 3 jenis gangguan tidur yang meningkatkan risiko serangan jantung. Yaitu, insomnia (tidak bisa tidur), tidur tidak nyenyak, dan tidur tidak berkualitas. Gangguan insomnia bisa meningkatkan risiko serangan jantung sampai 45 persen. Sementara itu, tidur tidak nyenyak dan tidur tidak berkualitas meningkatkan risiko 30 dan 27 persen.
(Source: Tabloid Nurani)